Rabu, 10 November 2010

TENTANG DIRINYA

Dulu, aku hanya melihat
Seseorang dengan wajah polos
Lalu, aku mengenal
Seseorang yang menyenangkan
Yang memancarkan kehangatan
Dari hati, sikap, dan matanya
Lama, aku merasa
Kehangatan itu mulai hilang
Kesenangan itu mulai terkikis
Oleh waktu dan penantian panjang
Sekarang aku berfikir
Mata yang dulu memancarkan kehangatan yang memilukan
Kini berubah menjadi tatapan dingin
Senyum yang slalu hiasi raut wajahnya
Kini mulai redup bagai sinar bulan sabit
Dan kini, aku mulai takut
Jika hati, sikap, dan mata hangat itu
Tak bisa lagi sehangat dulu
Dan tak bisa kulihat lagi selamanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar